Senin, 09 November 2020

Materi Desain Grafis - Pertemuan 7 - Proses perancangan grafis

 

Secara umum proses perancangan grafis mulai dari konsep sampai produksi adalah sebagai berikut :

 

v  Mencari informasi kebutuhan

v  Membuat kerangka kerja

v  Mencari ide kreatif

v  Olah data

v  Visualisasi

v  Produksi

Konsep diatas kadang bisa juga diaplikasikan untuk bidang perancangan visual yang lain seperti : arsitektur, tekstil/fashion, produk, multimedia dll.

1.      Mencari informasi kebutuhan

Sebelum memulai sebuah proyek, mengumpulkan informasi adalah langkah pertama dari proses desain grafis. Disini kita harus mengadakan pertemuan dengan calon klien untuk membahas ruang lingkup pekerjaan secara umum. Pastikan juga untuk mengumpulkan informasi sebanyak mungkin dalam pertemuan itu. Dan yag perlu diketahui antara lain :

·         Apa kebutuhan klien?

·         Siapa penonton/audience atau siapa yang seharusnya melihat karya grafis nantinya?

·         Produk apa yang dibuat? Logo, brosur, iklan, website, video, multimedia atau lainnya)

·         Apa pesan dibalik pembuat produk tersebut?

·         Berapa banyk jenis?

·         Berapa ukuran atau dimensinya?

·         Apakah ada anggaran khusus?

·         Kapan batas waktu penyelesaian?

·         Contoh desain yang klien sukai separti apa?

·         Bagaimana filosofi merk/logo merk perusahaan yang ada sebelumnya?

·         Bagaimana desain yang dibuat sebelumnya?

Target Audience

Pertama kali mendesain adalah : siapa yang diharapkan melihat desain kita? Kita tidak bisa menjawab : untuk semua orang! Karena ‘orang’ disini sangat beragam mulai dari bayi sampai orang tua. Dengan mengetahui segmen/audience yang dituju akan memudahkan memilih gaya /style dalam desain.

Berikut ini adalah klasifikasi segmentasi/target audience :

a.  Geografi

Menentukan audience berdasar lokasi. Seperti negara, propinsi, kabupaten, kota, wilayah atau kawasan. Dengan mengetahui lokasi target audience, maka kita bisa menentukan budaya, bahasa, adat, agama dan kebiasaan masyarakatnya.

a.      Segmentasi demografi

Menentukan audience berdasar :

§  Usia

§  Pendidikan

§  Jenis kelamin

§  Status perkawinan

§  Status ekonomi

§  Suku

§  Agama

    Segmentasi psikografi

Segmentasi psikografi membagi-bagi konsumen ke dalam kelompok-kelompok yang didasarkan menurut status sosial, gaya hidup dan kepribadian, yaitu :

1.      Status sosial, misal pemimpin masyarakat, pendidik, golongan elite, menengah atau rendah

2.      Gaya hidup, misal modern, tradisional, kuno, boros, hemat atau mewah

3.      Kepribadian, misalnya penggemar, pecandu atau pemerhati suatu produk

a   Segmentasi prilaku

Dibagi berdasarkan status pemakai, kejadian, tingkat penggunaan, atatus kesetiaan, tahap kesiapan pembeli, sikap. Untuk mendapatkan data tersebut dapat menggunakan jasa lembaga survey

Kriteria

Desain grafis lebih tepat namanya menjadi desain komunikasi visual karena kerjanya membuat solusi dalam bentuk visual. Setelah mendengar masukan dari berbagai pihak, kita akan tahu batasan dan syarat (kriteria) sebuah desain yang diinginkan. Tahap ini disebut product knowledge, yaitu mengetahui keunggulan dan kelemahan produk yang akan kita kemas/ visualisasikan.      

 

 

 

Rabu, 04 November 2020

Materi Desain Grafis - Pertemuan 6 - Kreatifitas

Bagaimana memandang sebuah karya desain?

Sebuah karya grafis ditangkap mata untuk selanjutnya diolah otak/hati perasaan. Jadi desain yang baik adalah selain bisa diterima otak /akal bisa dirasakan keindahannya oleh hati/perasaan. Selanjutnya untuk membuat karya desain diperlukan keterampilan /skill untuk memvisualisasikannya.

Bagaimana mendapatkan ide dalam mendesain?

Kadang-kadang ide muncul saat dalam kesendirian, khususnya di Toilet. Namun cara tersebut tidak dapat diterapkan pada semua orang. Agar ada ide kreatif dalam mendesain, banyak-banyaklah bergaul, berpergian, membaca, mendengar, menonton yang kita suka maupun yang tidak kita suka.

Bagaimana caranya supaya kreatif?

Kreatif berasal dari kata Create. Sedangkan Creative adalah kata sifat. Maka kreatif dapat diartikan sebagai sifat seseorang yang mampu membuat sesuatu yang baru, untuk membuat sesuatu yang baru tentu harus tahu apa-apa yang tidak baru. Oleh karena itu agar kreatif kita perlu melihat karya-karya orang lain. Tapi jangan sampai Copy & Paste mentah-mentah.

Setelah puas dan bosan meniru karya orang lain, kini silakan anda bereksperimen dengan menggabung/kombinasi/modifikasi dari pengalaman sebelumnya sehingga menjadi sebuah karya yang berbeda (meski tetap ada unsur yang sama).

Setelah jenuh dengan proses modifikasi, kini bersiaplah untuk menjadi kreatif. Dengan pengalaman sebelumnya (tiru & modif) tentu anda bisa membuat sesuatu yang tidak pernah ada sebelumnya. Meski sesuatu yang tidak pernah ada tersebut mungkin pernah ada di tempat dan waktu tertentu. Setelah cukup  kreatif mungkin anda masih kurang puas, selanjutnya silakan anda berbuat diluar kebiasaan yang kadang berbenturan dengan aturan dan norma yang ada. Jangan heran kalau orang lain menyebut anda sebagai orang gila (gila di sini bisa berarti kiasan atau sebenarnya). Tetapi yang jelas orang lain akan mempunyai kesan khusus yang sulit dilupakan jika memandang anda.

Bolehkah saya meniru /menjiplak?

Untuk tujuan pembelajaran, meniru/menjiplak adalah cara yang diperbolehkan bahkan dianjurkan. Istilahnya adalah Redrawing. Tapi jika untuk tujuan komersil, anda harus hati-hati jangan sampai karya anda bermasalah dengan hak cipta. 

 

Selasa, 03 November 2020

Materi Pemrograman PHP - Pertemuan 5 - Statement Kontrol - IF

 

Tidak semua script/program hanya terdiri dari sebuah aliran saja yang sederhana . Terkadang atau bahkan sering nantinya kita membuat script yang di dalamnya terdapat perintah yang harus diulang-ulang sampai berapa kali, terkadang juga ada perintah yang hanya dijalankan pada kondisi atau berdasarkan syarat tertentu saja. Hal ini kita bisa atur dengan menggunakan statement kontrol.

Dalam dunia pemrograman umumnya, terdapat 2 jenis statement kontrol yaitu: statement kontrol kondisional (bersyarat) dan statement kontrol perulangan (looping). Statement kontrol kondisional adalah statement kontrol yang digunakan untuk mengatur kapan suatu perintah akan dijalankan. Dengan statement ini kita bisa mengatur kapan suatu perintah akan dijalankan, yaitu ketika telah dipenuhinya suatu syarat tertentu.

Sedangkan statement kontrol perulangan digunakan untuk mengatur perintah yang dijalankan secara berulang-ulang.

Dalam PHP, terdapat dua buah statement kontrol yang termasuk statement kontrol kondisional, yaitu IF dan CASE OF. Sedangkan yang termasuk statement kontrol perulangan adalah: FOR, WHILE, DO WHILE dan FOREACH.

Pembahasan tentang IF ini akan saya mulai dari pertanyaan berikut ini Apa yang Anda pahami bila menjumpai pernyataan di bawah ini? Jika sore ini hujan, maka saya akan menghabiskan waktu di rumah.

Pernyataan di atas mengandung sebab akibat. Bila Anda lihat, keterangan ‘sore ini hujan’ adalah merupakan suatu syarat. Apa akibatnya bila syarat tersebut terpenuhi? Ya… ‘saya akan menghabiskan waktu di rumah’. Dengan demikian, ‘saya akan menghabiskan waktu di rumah’ ini hanya akan dilakukan apabila syaratnya terpenuhi atau ‘sore ini hujan’.

Dalam dunia logika, istilah ‘terpenuhinya suatu syarat’ dapat dikatakan sebagai ‘syarat tersebut bernilai BENAR atau TRUE’.

Nah… bentuk pernyataan ‘jika… maka…’ pada contoh di atas dapat diadopsi dalam programming. Untuk menyatakan pernyataan tersebut dalam programming, khususnya PHP, kita bisa menggunakan statement kontrol IF

Adapun sintaks atau aturan penulisan IF nya adalah sebagai berikut:

if (syarat)

{

statement;

}

Catatan: Kata ‘if’ harus ditulis dalam huruf kecil semua.

Dalam sintaks di atas, bagian ‘statement’ akan dijalankan atau dilakukan jika ‘syarat’ terpenuhi atau ‘syarat’ bernilai benar/true. Trus… bagaimana bila ‘syarat’ tidak terpenuhi? Ya…bagian ‘statement’ tidak akan dijalankan atau dalam hal ini tidakmelakukan apa-apa. Dengan demikian, nilai ‘syarat’ haruslah hanya ada dua kemungkinan, yaitu BENAR atau SALAH itu saja.

Operator Relasional


Terkadang untuk menyatakan suatu syarat, kita menggunakan operator pembanding  atau relasional. Hasil penggunaan operator relasional ini akan diperoleh nilai BENAR atau SALAH. Berikut ini beberapa operator relasional yang dapat digunakan

Simbol                                    Makna

<                                                             Lebih kecil dari

>                                                             Lebih besar dari

>=                                                           Lebih besar atau sama dengan

<=                                                           Lebih kecil atau sama dengan

==                                                           Sama dengan

!=                                                            Tidak sama dengan

Perhatikan contoh penggunaan operator relasional pada statement IF berikut ini

<?php

$bil = 10;

if ($bil > 5)

{

echo "Bilangan lebih besar dari 5";

}

?>

Pada script di atas, nilai dari variabel $bil adalah 10. Selanjutnya terdapat statement IF yang di dalamnya terdapat syarat: jika nilai $bil lebih besar dari 5, maka tampilkan teks ‘Bilangan lebih besar dari 5’. Dalam hal ini syarat bernilai BENAR, karena 10 > 5. Karena syarat bernilai BENAR, maka perintah echo " Bilangan lebih besar dari 5"; akan dijalankan.

Namun.. coba perhatikan contoh script berikut ini:

<?php

$bil = 10;

if ($bil == 5)

{

echo "Bilangan sama dengan 5";

}

?>

Pada script di atas, syarat bernilai SALAH, karena 10 tidak sama dengan 5. Dengan demikian perintah echo "Bilangan sama dengan 5"; tidak akan dijalankan.